Latest Tweets:

Kebahagiaan buat saya adalah jalan pagi jam enam sampai jam tujuh, kadang tujuh tiga puluh atau delapan. Mengelilingi komplek rumah sampai ke gedung sate. Bukan cuma menghirup udara segar, tapi juga memerhatikan hal-hal kecil yang menurut orang-orang nggak penting, mulai dari Ibu-Ibu belanja, anak SD pergi sekolah, tukang minyak mendorong gerobak, daun-daun yang disapu… Ya, sejenis itu.
Memanggil kembali memori lewat bebauan tanah yang habis disiram, bau dedaunan-entah apa- yang jelas saya bisa mengingat bau itu sebagai bau halaman rumah saya yang luas di Bali dulu.
Memerhatikan plang-plang di jalanan yang biasanya luput dari perhatian, saking terburu-buru mengejar kelas jam tujuh pagi.
Pulang ke rumah dan membaca novel-novel bagus sambil mendengarkan musik kesukaan, kadang diselingi mengambil camilan di ruang makan lalu pindah membaca komik.
Menulis satu dua paragraf iseng, di blog, di laptop, melanjutkan proyek, berimajinasi tentang tokoh dengan role model yang sudah dipilih.
Membuka 9gag dan terpingkal-pingkal.
Ngobrol dengan orang rumah sambil nonton televisi. Bukan, menyalakan televisi. Kami jarang nonton kecuali acara berita.
Membalas chat dari teman-teman yang ngobrol macam-macam, mulai dari kuliah, gosip, curhat, tempat makan enak, seminar gratis, film bagus, musik enak, buku baru, event kampus…
Membaca satu dua kata dari chat-nya. Tidak, kadang cuma PING!!!
Buat saya, kebahagiaan sederhana seperti ini sekarang sangat mahal dan sulit didapat.